web counter
Home Sejarah PPMI Kota Malang

Sejarah PPMI Kota Malang

Tepat pada 15 Oktober 1992, Kota Malang yang konon berhawa sejuk, menjadi saksi lahirnya Perhimpunan Penerbit Mahasiswa Indonesia (PPMI). Perhimpunan ini merupakan metamorfosa dari IPMI yang terbentuk setelah Serikat Pers Mahasiswa (SPMI) dan Ikatan Wartawan Mahasiswa Indonesia (IWMI) melebur jadi satu. Barulah berganti nama menjadi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia pada Kongres III PPMI di Jember.

Berdirinya IPMI (1952-1982) dan bertahannya PPMI (1992-sekarang) tak lepas dari perjuangan pers mahasiswa menghadapi berbagai rintangan. Gerakan perlawanan dan pembelaan terhadap kaum tertindas membuat pemerintah akhirnya mendirikan Badan Kerjasama Pers Mahasiswa Indonesia yang dibentuk sebagai tandingan IPMI. Tak sampai disitu, pelemahan juga dilakukan dengan munculnya konsep back to campus atau yang kita kenal dengan istilah NKK/BKK dalam sistem kegiatan kemahasiswaan kampus. Persma pun bertahan dikampus masing-masing.

Mencoba bangkit dan melawan, persma justru diberangus. Salah satunya, peraturan menpen 1975 yang malah mengganti nama pers mahasiswa menjadi penerbitan khusus. Menerbitkan saja harus punya izin terbit. IPMI pun makin meredup hingga gagalnya kongres 1992. Lesunya perkumpulan pers mahasiswa setingkat nasional saat itu tak membuat insan persma tak aktif berkegiatan. Terbukti dengan adanya beberapa pertemuan pada 1985-1989.

Wadah baru yang dirindukan pun lahir. PPMI lahir dengan tugas berat yakni menjadi wadah berhimpun, membangkitkan semangat kebebasan pers dan mengerakkan nilai demokrasi. PPMI kini telah terbagi atas pengurusan nasional dan kota-kota termasuk sistem koordinator wilayah yang disahkan pada Kongres Luar Biasa tahun 2015. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) tetap menjadi pondasi gerak PPMI dengan sistem bottom up yang diterapkan.

PPMI Kota Malang sebagai bagian dari keluarga besar PPMI, dikenal memiliki iklim akademis tinggi karena terdapat banyak kampus Tumbuh kembang kampus juga berdampak pada keanggotaan PPMI Kota Malang. Pada kepengurusan 2009-2010 tercatat 15 LPM bergabung menjadi anggota, meningkat 4 anggota sejak Musyawarah Kota sebelumnya. Jumlah tersebut bertambah menjadi 17 LPM saat kepengurusan 2010-2012 berakhir. Hingga saat ini (2016) keanggotaan bertambah menjadi 23 LPM. Jumlah itu belum termasuk beberapa LPM yang baru saja terbentuk namun sudah menjadi bagian dari keluarga besar persma. Persma kota Malang dan PPMI sebagai wadah berhimpun bak anak yang terus tumbuh dengan berbagai dinamika yang dihadapi. Generasi penerus di tingkat LPM, kesolidan pengurus dan semangat kritis melalui karya jurnalistik menjadi aspek penting regenerasi persma Kota Malang. Mari terus berjejaring dan saling menguatkan