Kronologi dan Pernyataan Sikap LPM LIMAS UNSRI

Pada 3 Agustus 2021, LPM LIMAS FISIP UNSRI menerbitkan karya jurnalistik berupa karikatur di laman Instagram LPM LIMAS FISIP UNSRI (@lpm_limas). Karikatur tersebut berhubungan dengan isu UKT yang tengah hangat di Universitas Sriwijaya. Dibuatnya karikatur tersebut bertujuan untuk menggambarkan isu UKT yang dikeluhkan mahasiswa selama pandemi Covid-19, karena mahasiswa merasa keberatan untuk membayar UKT secara penuh lantaran mereka tidak menggunakan fasilitas kampus dan merasa sistem pembelajaran secara daring kurang maksimal. Karikatur yang diterbitkan oleh LPM LIMAS FISIP UNSRI bukan dinilai dari individu di dalam LPM LIMAS FISIP UNSRI, melainkan berdasarkan keresahan yang dialami mahasiswa. Belakangan karikatur yang diterbitkan oleh LPM LIMAS FISIP UNSRI dipermasalahkan oleh pihak Rektorat Universitas Sriwijaya dan disampaikan kepada pihak LPM LIMS FISIP UNSRI melalui Dekanat FISIP Universitas Sriwijaya

LPM LIMAS FISIP UNSRI merupakan Badan Otonom yang telah diakui oleh pihak Dekanat FISIP Unsri lewat SK Dekan 17 Juli 2007. Dengan begitu LPM LIMAS FISIP UNSRI merupakan organisasi jurnalistik yang telah diakui secara legal dan formal oleh Universitas Sriwijaya. Karena sudah diakui sebagai organisasi jurnalis di kampus, maka penyelesaian perkara mengenai karya jurnalistik yang diterbitkan harus ditempuh juga dengan aturan yang diatur di dalam Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jalur jurnalistik yang dimaksud ialah melalui hak jawab dan hak koreksi kepada pihak terkait. LPM LIMAS FISIP UNSRI bersedia menerbitkan hak jawab dalam bentuk klarifikasi atau dengan memberikan kesempatan kepada pihak terkait dalam hal ini ialah Rektor Universitas Sriwijaya untuk menjelaskan kepada Mahasiswa Universitas Sriwijaya terkait UKT agar tidak menjadi polemik lagi.

Pemberian sanksi akademik tidak relevan dengan perkara ini. Jika sanksi akademik masih diberikan, maka akan mencoreng nama baik Dekanat FISIP Unsri karena dianggap melakukan tindakan represif.

Menindaklanjuti rapat bersama dekan pada tanggal 6 Agustus 2021, bersama surat ini, kami dari LPM LIMAS FISIP UNSRI ingin memberikan keterangan terkait unggahan berupa karikatur yang diposting oleh akun @lpm_limas pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Dibawah ini kami sampaikan kronologis:

– Pada tanggal 3 Agustus pukul 22.37 WIB, LPM LIMAS FISIP UNSRI mem-posting karikatur LPM LIMAS FISIP UNSRI di Instastory akun @lpm_limas. LPM LIMAS FISIP UNSRI mem-posting karikatur tersebut diinstastory, maka posting-an tersebut hanya bersifat sementara (24 jam).

– Setelah LPM LIMAS FISIP UNSRI mem-posting karikatur tersebut, dihari yang sama terdapat akun yang sama sekali tidak diketahui LPM LIMAS FISIP UNSRI yaitu akun Instagram @obrolan_akar_rumput ikut mem-posting karikatur LPM LIMAS FISIP UNSRI diakun instagramnya tanpa meminta izin.

– Pada tanggal 5 Agustus, pemimpin umum LPM LIMAS FISIP UNSRI, yaitu Shintia dihubungi oleh Gubernur Mahasiswa FISIP UNSRI untuk bertemu dengan dekan pada tanggal 6 Agustus, pukul 09.00 WIB di Pasca Sarjana UNSRI, Padang Selasa.

– Pada tanggal 6 Agustus, terdapat beberapa pihak yang hadir secara offline yaitu Wakil Gubernur Mahasiswa FISIP UNSRI, Pemimpin Umum dan Sekretaris Umum LPM LIMAS FISIP UNSRI, serta saudara Rahmad Riyadi. Sekitar pukul 08.50 WIB mendapatkan kabar bahwa diskusi akan diadakan secara online bersama dekan. Pukul 09.00 WIB dekan memasuki ruangan zoom dan mulai berdiskusi. Dekan meminta LPM LIMAS FISIP UNSRI untuk memberikan surat penjelasan terkait karikatur.

Dihari yang sama, 6 Agustus pukul 14.54 WIB Pemimpin Umum LPM LIMAS FISIP UNSRI dihubungi oleh Wakil dekan 3 untuk kembali menemui dekan pada pukul 16.00 WIB di Pasca Sarjana Unsri, Padang Selasa. Pada pukul 16.00 WIB, pemimpin umum dan sekretaris umum LPM LIMAS FISIP UNSRI bertemu dengan wakil dekan 3, kemudian sekitar pukul 16.15 WIB disusul oleh wakil dekan 2, tidak berapa lama dari itu, disusul kembali oleh wakil dekan 1 dan dekan. Setelah beberapa pihak telah lengkap, diskusi dimulai. Dalam diskusi terdapat pernyataan bahwa unggahan poster wanted itu juga merupakan hasil karya LPM LIMAS FISIP UNSRI, namun telah diklarifikasi oleh Pemimpin Umum LPM LIMAS FISIP UNSRI bahwa unggahan tersebut bukan hasil karya LPM LIMAS FISIP UNSRI. LPM LIMAS FISIP UNSRI sendiri tidak pernah mem- posting hal tersebut. Setelah membahas ini, terdapat diskusi lagi terkait karikatur yang diunggah LPM LIMAS FISIP UNSRI. Hal ini kembali dijelaskan oleh Pemimpin UMUM LPM LIMAS FISIP UNSRI. Setelah itu, LPM LIMAS FISIP UNSRI diminta untuk membuat surat penjelasan karikatur LPM LIMAS FISIP UNSRI dan surat pernyataan bahwa unggahan poster wanted bukan milik LPM LIMAS FISIP UNSRI. Surat tersebut diminta untuk dikirim dihari yang sama.

Berikut poin dari pertemuan yang diadakan:

• Pihak Dekanat menyatakan bahwa tindakan LPM LIMAS FISIP dalam membuat karikatur tersebut adalah salah

• LPM LIMAS FISIP UNSRI memberikan klarifikasi terkait posting-an poster wanted yang bukan merupakan hasil karya limas

• Pihak Dekanat bermaksud untuk memberikan hukuman akademis dari skorsing sampai pemberhentian

– Sekitar pukul 17.42 WIB diskusi selesai.

– Sekitar pukul 19.00 LPM LIMAS FISIP UNSRI mulai membuat surat klarifikasi yang berisikan kronologis kejadian, alasan membuat karikatur, permohonan maaf dan solusi berupa hak jawab dan hak koreksi.

Kemudian pada pukul 21.31 WIB Pemimpin Umum LPM LIMAS FISIP UNSRI menghubungi Wakil Dekan 3 untuk meminta izin mengirimkan surat dalam bentuk fisik pada 7 Agustus pukul 10.30 WIB.

– Pada Sabtu, 7 Agustus 2021, Pemimpin Umum LPM LIMAS FISIP UNSRI mengirimkan surat klarifikasi dalam bentuk fisik ke rumah Wakil Dekan 3.

Terdapat beberapa poin keterangan yaitu sebagai berikut:

1. Karikatur yang dibuat oleh LPM LIMAS FISIP UNSRI tidak sama sekali beritikad buruk kepada pihak rektorat Unsri. Karikatur yang dibuat hanya bermaksud sebagai kritik yang ingin disampaikan terkait isu yang ada.

2. Dalam karikatur tidak tertera nama pihak manapun sehingga penafsiran yang terdapat di karikatur tersebut tidak tertuju ataupun menekan pihak manapun.

3. Karikatur ini dibuat dari keresahan masyarakat kampus yaitu mahasiswa dimana harapannya terdapat pengumuman progress penggunaan UKT secara periodik pada media yang dapat diakses secara luas sehingga kedepannya pihak kampus dapat memperhatikan hal tersebut. Karikatur merupakan salah satu bentuk kebebasan pendapat di Indonesia, kami dari LPM LIMAS FISIP UNSRI hanya bermaksud untuk menyalurkan dan mengekspresikan hal tersebut kedalam bentuk karya.

4. Kami dari LPM LIMAS FISIP UNSRI bermaksud untuk membantu menyalurkan kritik sosial terhadap pengelolaan UKT dan pesan mahasiswa terhadap menurunnya kondisi ekonomi yang mengakibatkan berkurang dan menghilangnya pendapatan orang tua mahasiswa dimasa pandemi COVID-19 sehingga ketidakmampuan mahasiswa jika tidak ada pengurangan UKT.

LPM LIMAS FISIP UNSRI menyatakan ketidaksepakatan atas sanksi akademik yang

dilayangkan oleh pihak dekanat kepada anggota LPM LIMAS FISIP UNSRI dalam pertemuan yang diadakan pada 7 Agustus 2021, pukul 16.00 WIB. Hal ini dikarenakan karya tersebut merupakan karya jurnalistik maka proses pertanggungjawaban terhadap karya LPM LIMAS FISIP UNSRI adalah tanggung jawab Badan Otonom LPM LIMAS FISIP UNSRI sebagai instansi pers mahasiswa dan bukan tanggung jawab per-individu yang ada didalam LPM LIMAS.

FISIP UNSRI. LPM LIMAS FISIP UNSRI siap memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak yang merasa dirugikan.

Selain itu LPM LIMAS FISIP UNSRI dituduh membuat karya yang dimana karya tersebut bukan produk LPM LIMAS FISIP UNSRI (Karya terlampir di lampiran)

Berikut keterangan yang ingin kami sampaikan:

1. Dalam lampiran tertera poster wanted yang bukan karya limas

2. Poster Wanted yang diposting tidak tertera logo LPM LIMAS FISIP UNSRI. Semua

hasil karya LPM LIMAS FISIP UNSRI dipastikan terdapat logo LPM LIMAS FISIP

UNSRI.

3. Poster Wanted tidak diposting di seluruh sosial media dan akun resmi dari LPM

LIMAS FISIP UNSRI. Akun resmi LPM LIMAS FISIP UNSRI adalah:

    a) Instagram

b) Youtube

c) Web

d) Facebook

e) Twitter

4. Berdasarkan poin 1,2 dan 3, poster wanted yang terdapat pada lampiran 2 bukanlah

hasil karya LPM LIMAS FISIP UNSRI sehingga bukan merupakan tanggung jawab LPM LIMAS FISIP UNSRI melainkan tanggung jawab dari pihak terkait.

5. LPM LIMAS FISIP UNSRI tidak pernah meminta, memaksa, ataupun memprovokasi pihak yang bersangkutan untuk membuat poster wanted yang ada pada lampiran.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan