Menuju 22 Oktober, Hari Santri Nasional

Oleh Mochamad Fajar Ramadhan

Empat tahun yang lalu presiden Jokowi resmi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional. Penetapan hari santri ini telah dirancang lama, diperhitungkan secara matang seberapa penting dan pengaruh penetapan hari santri ini. Sampai pada akhirnya disetujui oleh presiden. Beberapa hal yang memengaruhi penghargaan kepada jasa santri ini adalah faktor sejarah.

Baca Juga : Pers Rilis: Bebaskan Tiga Pemuda yang Ditangkap dan Ditahan oleh Polres Malang

Santri berperan penting dalam sejarah perjuangan negara, khususnya ketika peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya. Ketika itu Surabaya sedang diserang oleh pasukan Sekutu. KH. Hasyim Asy’ari ulama’ besar ketika itu sekaligus pendiri Nahdlotul ulama’, memberikan instruksi kepada seluruh santri dan warga NU di teritori sekitar Jawa Timur, untuk berjuang jihad fi sabilillah dengan istilah “Resolusi Jihad”. Hingga pada puncaknya salah seorang penting dari sekutu yaitu Jendral Malabi terbunuh, dan Arek-arek Surabaya berhasil mempertahankan wilayah Surabaya dari serangan sekutu. Berkat peristiwa ini  santri perlu mendapatkan penghargaan dan tanda jasa dari negara. Maka dari itu ditetapkanlah tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional.

Sehubungan dengan penetapan hari Santri Nasional , Presiden Jokowi juga banyak mengangkat menteri dari kalangan santri pada masa periode pertamanya. Diantaranya  Lukman Hakim, Khofifah , Pak Hanif Dzakiri, dan Imam Nahrawi. Keputusan presiden untuk mengangangkat menteri ini merupakan iktikad baik oleh presiden, untuk meningkatkan eksistensi santri di Indonesia. Tindakan ini juga mendapat sambutan baik oleh masyarakat, khususnya kalangan santri dan warga Nahdliyyin.

Baca Juga : PPMI Kota Malang Kecam Tindak Pengeroyokan dan Ancaman Pembunuhan yang Menimpa Jurnalis LPM Progress Universitas Indraprasta PGRI

Menyambut hari santri nasional 2019, mari kita melihat peran santri saat ini. Beberapa orang masih memandang sebelah mata santri di kehidupan sehari-hari, mereka menganggap santri hanya dapat Ngaji dan pandai ilmu agama saja, paling jauh menjadi seorang Kiai. Anggapan masyarakat ini tidak sepenuhnya benar, karena sampai saat ini sudah banyak santri yang membuktikan dapat berkontribusi baik di nasional maupun Internasional. Kita lihat saja di Jawa Timur saat ini, orang nomer satu di Jawa Timur merupakan santri. hal ini membuktikan bahwasannya sekarang santri tidak hanya melulu berbaur di lingkungan pesantren. Santri dapat ikut andil dalam bidang mana saja, dan yang paling penting juga adalah profesionalitas.

Akan tetapi beberapa waktu lalu sempat juga terjadi kasus yang ikut serta menjerat nama santri, yaitu kasus korupsi dana hibah KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia) melibatkan Menpora (Kementrian Pemuda dan Olah Raga), yaitu Imam Nahrawi sebagai salah satu tersangka. Hal ini tentu turut merugikan nama baik santri di pandangan masyarakat. Meskipun demikian tetap saja hukuman harus ditegakkan dengan sangat adil kepada siapapun, meski dari kalangan santri sekalipun.

Hari santri nasional akan dirayakan hari-hari kedepan. Melihat dinamika santri dari sejarah perjuangan sampai pada saat ini, banyak sekali kejadian positif dan negatif. Akan tetapi dari kasus korupsi yang telah menimpa Menpora, ada baiknya kita mengambil pelajaran berharga untuk kedepan nya. Untuk tersangka semoga segera diberikan pentunjuk kejalan yang benar, dan bagi santri junior semoga tidak mengikuti jejak seniornya yang keliru. Tak apalah santri dihukum, mereka sudah terbiasa dengan tak’zir ketika di pesantren dulu. Selamat hari santri nasional, semoga peran santri lebih baik lagi kedepan nya.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan