[Puisi] Riwayat Perahu Idaman

 
Waktu di kampung sebelah ku sempatkan untuk berbincang dengan lautan
Bertanya-tanya tentang perahu.
yang hilang terbawa ombak
Entah dimana sekarang berada 
Dan aku belum sempat memastikannya.

Tak terasa ditengah perbincangan air mata berkali-kali tumpah dengan nuansa khas manusia beragama.
Mungkin itu yang dimaksud menangis dalam ketaatan.
Sehingga hati kecilku ikut bergumamTentang harapanku teruntuk dirimu,
Yang sedang gundah memikirkan perahu yang entah dimna keberadaannya.
Semoga dermagamu yang sunyi menjadi tempat istimewa bagi perahu yang engkau idamkan.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan